Kamis, 04 April 2013

SAP_Komunikasi Antar Pribadi



Komunikasi Antar Pribadi
Dosen Pengampu :
Dewi Ratnawati, S.Pd


Satuan Acara Perkuliahan :
1.      Definisi, Hakikat dan Konteks Komunikasi
2.      Ruang Lingkup Komunikasi
3.      Fungsi Komunikasi
4.      Persepsi Dalam Komunikasi
5.      Prinsip-prinsip Komunikasi
6.      Komunikasi Interpersonal / Antar Pribadi
7.      Ciri-ciri Komunikasi Interpersonal
8.      Sifat-sifat Komunikasi Interpersonal
9.      Sistem Komunikasi Interpersonal
10.  Kendala-kendala Komunikasi Interpersonal
11.  Komunikasi Interpersonal Dalam Konseling
12.  Perbedaan Komunikasi Interpersonal dalam konseling dan Non Konseling.



Disusun Oleh:
Hidayah Budi Arini (12.1.01.01.0066)
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Jurusan Bimbingan Konseling ( 1 BK C)






1.      Definisi, Hakikat dan Konteks Komunikasi
·                     Kata komunikasi atau communication dalam bahasa inggris berasal dari bahasa Latin communis yang berarti “sama,” Istilah (communis) paling sering disebut sebagai asal kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata Latin lainnya. Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran, makna atau pesan dianut secara sama.
            Kata lain yang mirip dengan komunikasi adalah komunitas (community) yang juga menekankan kesamaan atau kebersamaan. Komunitas adalah sekelompok orang yang berkumpul atau hidup bersama untuk mencapai tujuan tertentu, dan mereka berbagi makna dan sikap. Tanpa  komunikasi tidak akn ada komunitas, karena komunikasi berperan dan menjelaskan kebersamaan.
            Definisi tentang komunikasi, misalnya “komunikasi adalah penyampaian pesan melalui media elektronik,” atau terlalu luas, misalnya “komunikasi adalah interkasi antara dua makhluk hidup atau lebih,” sehingga peserta komunikasi ini mungkin termasuk hewan, tanaman atau bahkan jin.

Komunikasi sebagai interaksi
            Pandangan komunikasi sebagai interaksi menyetarakan komunikasi dengan proses sebab-akibat atau aksi-reaksi, yang arahnya bergantian.
Komunikasi sebagai transaksi
           Dalam konteks ini komunikasi adalah proses personal karena makna atau pemahaman yang kita peroleh pada dasarnya bersifat pribadi. Dalam komunikasi transaksional, komunikasi dianggap telah berlangsung bila seseorang telah menafsirkan perilaku orang lain, baik verbal maupun nonverbal
Komunikasi sebagai tindakan satu-arah
           Konseptualisasi komunikasi sebagai tindakan satu arah menyoroti penyampaian pesan yang efektif dan mengisyaratkan bahwa semua kegiatan bersifat instrumental dan persuasif.


·         KONTEKS-KONTEKS KOMUNIKASI
            Secara luas konteks di sini berarti semua faktor di luar orang yang bekomunikasi yang terdiri dari :
1.      Aspek bersifat fisik
Seperti : iklim, cuaca, suhu udara, bentuk ruangan, warna dinding, penataan tempat duduk, jumlah peserta komunikasi, dan alat yang tersedia untuk menyampaikan pesan.
2.      Aspek psikologis
Seperti : sikap kecenderungan , prasangka dan emosi peserta komunikasi.
3.      Aspek sosial
Seperti : norma kelompok, nilai sosial dan karakteristik budaya.
4.      Aspek waktu
Yakni kapan berkomunikasi (hari apa, jam berapa, pagi, siang, sore, malam )

           
2.      Ruang Lingkup Komunikasi

a.       Komunikasi Persona / antar pribadi
Dalam catatan sejarah yang jauh lebih luas, para ilmuwan komunikasi telah menempatkan studi mengenai komunikasi antarpribadi kedalam bidang yang lebih luas mengenai komunikasi (Delia, 1987) dan sebagai fokus studi kedalam speech communication (Rawlins, 1985). Studi komunikasi antarpribadi mulai berkembang secara besar-besaran di Amerika Serikat sejak tahun 1960-an.
Di awal tahun 1900-an, Georg Simmel (1908/1950) telah melakukan observasi secara cermat mengenai komunikasi antarpribadi yang sampai sekarang masih doperdebatkan meliputi konsep-konsep seperti reciprocal knowledge, characteristics of the dyad, interaction, rituals, secrecy, lies and truth, dan types of social relationship.
Tahun 1920-an dan tahu 1930-an. Banyak bibit-bibit intelektual bagi studi komunikasi antarpribadi telai disemai selama tahun 1920-an dan 1930-an. Elton Mayo dan para koleganya dai Harvard Business School menemukan kekuatan potensial mengenai interaksi social dan hubungan-hubungan social ditempat kerja.
b.       Komunikasi Kelompok
Sebagai makhluk social tentunya kita tidak bisa lepas dari kegiatan berkomunikasi. Komunikasi sendiri merupakan suatu hubungan interaksi yang kita lakukan baik terhadap diri sendiri maupun dengan orang lain. Hal tersebut kita lakukan guna mempertahankan kelangsungan hidup, karena sebagai makhluk social kita tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain.
Hal tersebut tercermin ketika dilahirkan sampai dengan meninggal dunia. Saat kita dilahirkan tentu saja kita tidak bisa melakukannya sendiri dan membutuhkan dokter atau bidan untuk membantu persalinan dan kita berkomunikasi dengan cara menangis. Dalam hal tersebut kita sudah membutuhkan pertolongan orang lain untuk dapat bertahan hidup. Sat beranjak dewasa kita akan berada pada sebuah organisasi social yang lebih besar dan unruk dapat masuk pada kehidupan tersebut kita melakukan komunikasi dengan orang lain agar kita tidak terdegradasi dari struktur social.
Dengan diterimanya kita pada suatu kehidupan social dapat diartikan kita telah sukses dalam berkomunikasi. Meskipun demikian, sampai saat ini banyak sekali orang yang kesulitan dalam melakukan kegiatan komunikasi dan bisa berdampak pada tidak diakuinya dalam social kemasyarakatan sehingga menjadi terasing. Hal tersebut menadakan bahwa “komunikasi” adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan kita dimana kata tersebut memberikan dan menetukan kita menjalani kehidupan.
Dalam kegiatan kita sehari-hari banyak fenomena social yang terjadi. Fenomena tersebut terkadang tidak kita sadari dan berlangsung terus-menerus. Semakin lama semakin banyak fenomena yang muncul dan akhirnya menarik seseorang untuk mencari rahasia dibalik fenomena tersebut dan berusaha untuk menghadirkannya kembali dalam bentuk hasil penelitian yang dinamakan“teori”.


 c.        Komunikasi Massa
Kita hidup dilingkungan media yang sedang berubah dengan cepat. Hanya beberapa tahun yang lalu, sebagian besar orang tidak pernah mendengar multimedia atau intenet. Sekarang, anda hanpir tidak bisa membaca Koran tanpa melihat salah satu atau keduanya.
Bentuk perubahan yang terjadi pada lingkungan media banyak macamnya, dalam hal tertentu, sangat luar biasa. Koran mengalami penurunan jumlah pembaca pada waktu tertentu. Di Amerika Serikat televise berubah dari hanya lima stasiun (ABC, CBS, NBC, Fox, dan TV Publik) menjadi sistem kabel dengan 50 saluran, dan bisa menjadi 500 atau lebih. Video perekam memungkinkan orang menonton film dirumah dan mereka juga bisa merekam acara yang sedang berlangsung untuk dinikmasti pada kesempatan lain. Beberapa majalah menerbitkan edisinya memalui World Wide Web atau CD ROM. Pendekatan lama pada pemberitaan mulai digantikan dengan Program Berita Baru. Periklanan memnemukan kekuatan baru dalam era komunikasi baru ini. Orang-orang menghabiskan lebih banyak waktu berkomunkasi dengan orang lain denga menggunakan ruang obrol (chat room) di computer, dan permainan dunia maya (virtual) member dimensi pengalaman dan kepuasaan baru bagi penggunanya.




3.      Fungsi Komunikasi
Menurut Onong Uchjana Effendy (2003:31) menyimpulkan bahwa fungsi- fungsi komunikasi dan komunikasi massa dapat disederhanakan menjadi empat fungsi, yaitu:
1.      Menginformasikan (to infrom) Adalah memberikan informasi kepada masyarakat, memberitahukan  kepada masyarakat mengenai peristiwa yang terjadi, ide atau pikiran  dan tingkah laku orang lain, serta segala sesuatu yang disampaikan orang lain.
2.      Mendidik (to educate) Adalah komunikasi merupakan sarana pendidikan, dengan komunikasi  manusia dapat menyampaikan idea atau pikiranya kepada orang lain, sehingga orang lain mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan.
3.      Menghibur to entertain) Adalah komunikasi selain berguna untuk menyampaikan komunikasi,  pendidikan dan mempengaruhi juga berfungsi untuk menyampaikan hiburan atau menghibur orang lain.
4.      Mempengaruhi (to influence) Adalah fungsi mempenngaruhi setiap indivindu yang berkomuniakasi tentunya berusaha saling mempengaruhi jalan pikiran komunikan dan lebih jauhnya lagi berusaha merubah sikap dan tingkah laku komunikan sesuai dengan yang diharapakan. (Effendy,1997:36)
5.      dfghjk

4.      Persepsi Dalam Komunikasi

Persepsi dalam komunikasi dapat berupa rangsangan indrawi yang kita tangkap melalui obyek yang diintrepetasikan, intepretasi sendiri adalah sebuah proses menafsirkan obyek yang ada, persepsi manusia ada dua yaitu obyek lingkungan fisik dan obyek sosial.
Persepsi adalah proses menduga-duga yang sifatnya lebih kepada mencoba untuk menafsirkan lebih secara mendalam.
Prasangka adalah citra mental yang sifatnya kaku, yang itu yang berupa keputusan inti dari persepsi
Dua boyek persepsi manusia:
-Lingkungan fisik yang berupa pengindraan terhadap sesuatu.
-Lingkunan sosial yanglebih pada menangkap arti obyek-obyek sosial dari suatu kejadian.
Mcam-macam persepsi dalam komunikasi:
§  Persepsi pengalaman.
§  Persepsi selektif yang berupa tujuan, harapan, dan emosi.
§  Persepsi yang berupa dugaan.
§  Persepsi yang sifatnya sebagai evaluatif.
§  Persepsi kontekstual, yaitu persepsi yang memiliki kemiripan dan latar belakang yang sama..
§  Persepsi budaya(cultural bond)


6.      Prinsip-prinsip  Dalam Komunikasi

Menurut Seiler (dalam Arni Muahmmad, 2000;19-20) untuk dapat memahan hakekat komunikasi, kita perlu mengetahui prinsip dasar dari komunikasi tersebut. Adapun prinsip dasar komunikasi adalah :
Komunikasi adalah suatu proses, yang dimaksud proses disini adalah suatu kegiatan yang beralngsung secara terus menerus secara berkesinambungan. Tidak ada bentuk yang baku bagi suatu proses, begitu juga dengan komunikasi yang selalu berubah-ubah menutut variasi dan elemen-elemen yang membentuknya. Dan sebagai suatu proses, komunikasi juga menuntud adanya hasil dari proses tersebut yaitu perubahan.
Komunikasi adalah sistem, proses Komunikasi terjadinya karena adanya elemen-elemen yang membangunnya, yaitu komunikator, pesan, media, komunikate dan feel. Elemen-elemen ini berkaitan satu sama lainnya, jika salah satu elemen mendapat gangguan maka akan menimbulkan gangguan pula pada elemen lainnya yang berdampak pada terganggunya proses terebut. Inilah alasan mengapa komunikasi dikatakan suatu sistem.
Komunikasi bersifat transakasi dan interaksi, proses komunikasi pada intinya merupakan transmisi pesan antara komunikator dan komunikan, hal ini penyebab terjadinya transaksi dan berlangsung secara kontiniu. Proses ini juga mendukung untuk terjadinya interaksi antara mereka yang berkomunikasi
Komunikasi dapat terjadi disengaja atau tidak sengaja, komunikasi yang disengaja terjadi karena pesan yang dikirimkan oleh komunikator memiliki tujuan khusus terhadap penerima yang dimaksud. Idealnya, hal tersebut dapat menimbulkan efek yang diharapkan. Tetapi itu bukanlah hal yang mudah, banyak faktor yang mempengaruhinya. Komunikasi juga dapat terjadi secara tidak sengaja, tetapi dapat diterima dengan sengaja oleh siapa saja yang saat itu berada dalam jangkaunnya.
Berdasarkan prinspi-prinsp tersebut diatas, dapat kita simpulkan bahwa komunikasi yang terjadi merupakan proses yang berlangsung secara berkesinambungan dan melibatkan elemen-elemen komunikasi secara keseluruhan. Proses ini dikatakan berhasil apabila pada akhirnya terjadi perubahan terhadap penerima pesan, sesuai dengan yang diharapkan pengirim pesan dan pada akhirnya akan menciptakan interaksi diantara mereka yang terlibat proses terebut.



6. Komunikasi antarpribadi
Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik verbal maupun nonverbal. Bentuk khusus komunikasi ini adalah komunikasi diadik (dyadic communication) yang melibatkan hanya dua orang, seperti suami-istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, dsb. Ciri komunikasi diadik adalah : pihak-pihak yang berkomunikasi berada dalam jarak yang dekat, mengirim dan menerima pesan secara stimulan dan spontan, baik secara verbal atau nonverbal. Sebagai komunikasi yang paling lengkap dan sempurna, komunikasi antarpribadi berperan penting hingga kapan pun, selama manusia masih mempunyai emosi. Komunikasi ini membuat manusia merasa lebih akrab dengan sesamanya.

7. Ciri-ciri Komunikasi Interpersonal
Menurut Barnlund (Liliweri, 1991:12-13) ada beberapa ciri yang bisa  diberikan untuk mengenal komunikasi antar pribadi yaitu :
1. Komunikasi antar pribadi terjadi secara spontan
2. Tidak mempunyai struktur yang teratur atau diatur
3. Terjadi secara kebetulan
4. Tidak mengejar tujuan yang telah  direncanakan terlebih dahulu
5. Identitas keanggotaanya  kadang-kadang kurang jelas
6. Bisa terjadi hanya sambil lalu saja.
Menurut Evert M. Rogers dalam Depari  (Liliweri, 1991: 13) ada beberapa cirri komunikasi yang menggunakan saluran antar pribadi adalah :
1. Arus pesan yang cenderung dua arah
2. Konteks komunikasinya tatap muka
3.Tingkat umpan balik yang terjadi tinggi

Dari berbagai sumber penulis dapat dirumuskan bahwa komunikasi antar pribadi  mempunyai ciri-ciri :
1. Komunikasi antar pribadi biasanya terjadi secara spontan dan sambil lalu contoh pertemuan   dirumah makan
2. Komunikasi antar pribadi tidak mempunyai tujuan terlebih dahulu. Kebanyakan aksi terjadi komunikasi antar pribadi tidak mempunyai satu tujuan yang diprogramkan atau dirumuskan terlebih dahulu walaupun beberapa komunikasi anatar pribadi terjadi telah dijanjikan sebagai contoh pertemuan yang terjadi di rumah makan sebagaimana di lukiskan tersebut, perkenalan dalam bis, pertemuan di ruang perpustakaan kemudian merencanakan belajar bersama di rumah teman, saling mengajak bermain kartu sesudah sholat magrib.
3. Komunikasi antar pribadi terjadi secara kebetulan di antara peserta yang tidak  mempunyai identitas yang jelas, yaitu peristiwa komunikasinya terjadi secara kebetulan di antara peserta yang tidak mempunyai identitas sebagai contoh adalah pertemuan yang terjadi di suatu tempat untuk pertama kali, biasanya orang yang bersangkutan mengenal satu sama lain.
4. Komunikasi antar pribadi mempunyai akibat yang disengaja maupun yang tidak  disengaja, yaitu komunikasi yang menghasilkan suatu akibat yang tidak disengaja atau yang disengaja, atau akibat yang direncanakan terlebih dahulu maupun yang tidak direncanakan.

8. Sifat-sifat Komunikasi Interpersonal
1. Komunikasi Antar Pribadi, Perilaku Pesan Verbal dan Nonverbal
Goffman dan De Lozier, Little Jhon (Liliweri, 1997 : 29) merinci perilaku pesan verbal atas: bahasa jarak/ruang atau proksemik, bahasa gerak anggota tubuh atau kinesik dan perilaku yang terletak antara verbal dan nonverbal yang disebut  paralinguistik. Maksud dari proksemik  yaitu tanda-tanda nonverbal yang mewakili  pesan tentang bagaimana komunikator dan  komunikan menempatkan jarak fisik atau  memelihara ruang gerak dalam komunikasi antarpribadi. Sedangkan maksud dari  kinesik  adalah pesan nonverbal melalui gerak tubuh atau anggota tubuh tertentu. Komunikasi atarpribadi selalu memanfaatkan tanda-tanda informasi verbal  maupun nonverbal sebagai perilaku yang memberikan isi pesan dan hubungan pesan (ingat hubungan antar lambang dan rujukan). Unsur isi pesan selalu terdiri atas apa  yang dikatakan dan dibuat, sedangkan unsur hubungan/relasi adalah bagaimana sesuatu itu dikatakan dan dibuat. Jadi baik perilaku melalui pesan-pesan verbal maupun nonverbal bisa menunjukkan seberapa jauh hubungan antara komunikator dan komunikan. Kesimpulan bahwa, perilaku verbal dan nonverbal menghasilkan suatu suasana kedekatan (proximity) antara komunikator dengan komunikan yang dalam bahas sosiologi komunikasi disebut jarak sosial atau  social distance
2. Komunikasi Antrapribadi, Perilaku Spontan, Scripted, dan Contrived
Maksud dari bentuk perilaku spontan adalah perilaku yang dilakukan secara tiba-tiba, serta merta untuk menjawab suatu  rangsangan dari luar. Perilaku spontan  biasanya dilakukan tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Bentuk perilaku  Scripted adalah  suatu bentuk perilaku yang dihasilkan  melalui proses belajar.  Bentuk perilaku Contrived merupakan perilaku yang sebahagian besar  dilakukan atas pertimbangan kognitip. Jadi perilaku itu timbul karena manusia yakin  dan percaya atas apa yang dia lakukan tersebut benar-benar masuk akal. Semua

9. Sistem Komunikasi Interpersonal
Menurut Drs. Jalaluddin Rahmat, M.Sc. lewat bukunya yang berjudul Psikologi Komunikasi, beliau menjelaskan tentang sistem dalam komunikasi interpersonal seperti :
  • Persepsi Interpersonal
  • Konsep Diri
  • Atraksi Interpersonal
  • Hubungan Interpersonal
10. Kendala Dalam Komunikasi Interpersonal
1.Faktor Situasional Dapat Mempengaruhi Persepsi
Situasi yang menyenangkan akan menciptakan komunikasi yang menyenangkan pula, dan akan menimbulkan persepsi yang baik pula. Karena pada dasarnya sikap emosi akan mudah terpancing saat berada pada situasi yang salah, sehingga akan membentuk persepsi dimana ego akan lebih mendominasi.
Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan makna pada stimuli inderawi ( Desiderato, 1976:129 ).Jalaludin Rakhmatdalam bukunya ( Psikologi Komunikasi 2009:56 ) menyebutkan beberapa faktor dalam pembentukan persepsi manusia. Yang pertama faktor Fungsional, berasal dari kebutuhan serta pengalaman masa lalu. Dalam hal ini Krech dan Cruthfield juga merumuskan, persepsi bersifat selektif secara fungsional, objek yang mendapat tekanan dalam persepsi kita biasanya objek yang memenuhi tujuan individu yang melakukan persepsi. Beberapa contoh adalah faktor kebutuhan, kesiapan mental, suasana emosional, dan latar belakang budaya terhadap persepsi, serta faktor biologis juga menyebabkan persepsi yang berbeda. Kedua merupakan faktor Stuktural,berasal dari sifat stimuli fisik dan efek saraf yang ditimbulkanya pada sistem saraf individu.
Dari pemaparan diatas dapat dipahami, persepsi merupakan keadaan dimana manusia dapat memberi penilaian terhadap suatu objek dan peristiwa yang sedang dihadapi. Oleh sebab itu faktor situasional akan berpengaruh besar terhadap proses terbentuknya persepsi. Dalam situasi yang menyenangkan akan menimbulkan persepsi yang menyenangkan, begitu pula sebaliknya, jika berada pada situasi yang salah maka akan terbentuk persepsi yang salah pula, serta akan menjadi penghambat dalam proses komunikasi yang terjadi.
2.Pengaruh Konsep Diri Dalam Komunikasi Interpersonal
Setiap individu memiliki konsep diri yang berbeda, hal itu dapat terbentuk dari cara berfikir masing-masing yang terpengaruh dari penilaian individu lain. Misal cara berfikir yang selalu menaruh rasa curiga terhadap individu lain, maka itu adalah konsep diri yang terbentuk dalam diri sebagai orang yang tidak pernah mudah menaruh rasa percaya terhadap sesuatu. Terkadang konsep diri dapat disebut dengan kepribadian, saat manusia memiliki konsep diri yang baik maka dapat mencerminkan pula pribadi yang baik.
William D. Brooks mendefinisikan konsep diri sebagai “Those physical, sicial, and psychological perpections of ourselves that we have derived from experiences and our interaction with other” (1976:40). Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Persepsi tentang diri ini boleh bersifat psikologis, sosial dan fisis.Gabriel Marcel filusuf Eksistensialis menulis tentang peranan orang lain dalam memahami diri, kita mengenal diri kita dengan mengenal orang lain terlebih dahulu. Bagai mana anda mengenal diri saya, akan membentuk konsep diri saya.
Penulis berpendapat, terbentuknya konsep diri dipengaruhi oleh faktor pergaulan dan kebiasaan dimana setiap personal memberi penilaian, proses komunikasi yang baik akan mempengaruhi konsep diri yang baik pula. Dan sebaliknya, jika konsep diri sudah terbentuk dengan hal yang tidak baik, maka hal itu akan menghambat terjadinya komunikasi inter personal.
3.Atraksi Interpersonal
Komunikasi interpersonal merupakan proses interaksi yang berlangsung secara tatap muka. Dalam proses komunikasi ini akan terbentuk sebuah atraksi interpersonal, dimana individu mencoba memprediksi sesuatu yang akan terjadi.
Dean C Barlund seorang ahli komunikasi interpersonal menulis “Menghindari garis-garis atraksi dan penghindaran dalam sistem sosial, artinya mampu meramalkan dari mana pesan akan muncul, kepada siapa pesan itu akan mengalir, dan bagaimana pesan itu akan di terima” (Barlund, 1968:71). Atraksi interpersonal akan berpengaruh terhadap efektifitas komunikasi. Komunikasi dapat dikatakan efektif jika ada kenyamanan dan hal yang menyenangkan bagi komunikan. Jika individu melakukan komunikasi dengan individu lain yang tidak disukai, maka akan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman dan proses komunikasi dinilai tidak efektif.
4.Hubungan Interpersonal
Hubungan interpersonal akan melibatkan dan membentuk dua pihak, yaitu hubungan antara anda dan saya, dimana kita bisa saling berbagi pengalaman. Hal ini dapat dinamakan proses perkenalan, saat masing-masing individu saling bertemu dan memulai interaksi. Hubungan ini akan selalu berubah karena membutuhkan tindakan tertentu untuk membentuk keseimbangan.
Tiga sikap untuk menumbuhkan hubungan interpersonal
1.Sikap percaya, hal ini penting untuk menentukan efektifitas dalam berkomunikasi. Jika sikap ini dapat diwujudkan, maka proses komunikasi akan berlangsung dengan baik dan akan menimbulkan interaksi yang menyenangkan.
2.Sikap Suportif, merupakan proses mengurangi sikap difensif dalam komunikasi. Sikap difensif akan terjadi saat individu merasa bahwa dirinya tidak dapat menerima, atau bahkan saat melakukan kebohongan dan tidak jujur. Misal dalam kasus penipuan, disini pelaku akan menggunakan sikap difensif untuk melindungi diri.
3.Sikap terbuka sangat berpengaruh dalam membentuk komunikasi interpersonal yang efektif. Sikap ini akan mengurangi perasaan curiga atau sikap tidak percaya terhadap individu lain saat berlangsungnya komunikasi interpersonal.
  1. Menilai sumber. Menilai sumber maksudnya penafsiran atau pemberian arti terhadap suatu pesan dipengaruhi oleh orang yang mengirim (komunikator) pesan tersebut.
  2. Penyaringan. Penyaringan berkaitan dengan manipulasi informasi, khususnya informasi yang negatif.
  3. Tekanan waktu. Keterbatasan waktu merupakan fenomena yang terjadi dalam setiap aspek kehidupan, dan tekanan waktu menciptakan masalah penting dalam proses komunikasi.
  4. Mendengarkan secara selektif.Mendengarkan permasalahan secara selektif bagian dari permasalahan besar persepsi selektif, dimana seseorang hanya mendengarkan bagian tertentu dari informasi dan mengabaikan bagian yang lainnya dengan berbagai alasan.
  5. Masalah bahasa. Komunikasi merupakan suatu proses simbolis yang sebagian besar tergantung pada kata-kata yang dimaksudkan mengandung arti tertentu.
  6. Bahasa Kelompok. Pada umumnya kelompok-kelompok profesional mengembangkan istilah-istilah teknis yang hanya dapat dimengerti oleh kelompoknya saja.
  7. Perbedaan kerangka acuan . Komunikasi yang efektif memerlukan adanya proses penyandian dan penguraian didasarkan pada suatu pengalaman yang sama.
  8. Beban komunikasi berlebihan . Jika penerima mendapatkan informasi lebih dari yang kemungkinannya dapat mereka tangani maka mereka akan mengalami beban komunikasi yang berlebihan

11.  Komunikasi Interpersonal Dalam Konseling
Komunikasi antar pribadi
Komunikasi ini merupakan proses pemberian dan penerimaan pesan antara dua atau lebih dengan melibatkan beberapa pengaruh dan umoan balik. Dalam proses konseling komunikasi antara pribadi perlu dikuasi oleh seorang konselor demi keefektifan konseling. Dalam proses konseling, komunikasi antar pribadi memungkinkan terjadinya interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan klien. Komunikasi ini ditandai dengan adanya:
1. Perkiraan berdasarkan informasi psikologis.
2. Interaksi berdasarkan pengetahuan yang lebih jelas.
3. Interaksi berdasarkan aturan yang dibuat secara pribadi.
Adapun maksud dari adanya komunikasi antar pribadi yakni sebagai berikut:
1. Menemukan diri sendiri.
2. Menemukan diri luar.
3. Membentuk dan memelihara hubungan yang bermakna dengan orang lain.
4. Mengubah sikap dan perilaku sendiri dengan orang lain.
5. Bermain dan hiburan.
6. Memberikan bantuan.
Agar tercapai keefektifan di dalam komunikasi, hendaknya memeperhatikan prinsip-prinsip komunikasi, yaitu sebagai berikut:
1. Tidak mungkin terhindar dari kehidupan tanpa komunikasi.
2. Semua momunikasi merujuk pada isi dan hubungan di antara partisipan.
3. Komunikasi tergantung pada petukaran antar partisipan atas dasar kesamaan sistem tanda dan makna.
4. Setiap orang berkomunikasi menggunakan rangsangan dan respon berdasrkan sudut pandangnya sendiri.
5. Komunikasi antar pribadi dapat merangsang timbulnya saling meniru dan saling melengkapi perilaku antar idnividu yang satu dengan yang lainnya.
Persepsi
Persepsi adalah proses individu menjadi sadar dan memberi makna terhadap obyek dan peristiwa di luar dirinya melalui bermacam alat dria. Kualitas komunikasi itu sangat ditentukan oleh persepsi masing-masing partisipan. Persepsi dipengaruhi oleh berbgai hal, yakni sebagai berikut:
1. Harapan individu.
2. Kesan pertama.
3. Kesan kelompok.
4. Derajat kesamaan perilaku orang lain.
5. Konsistensi perilaku dalam berbagai situasi.
6. Motivasi internal dan eksternal.
Menyimak
Merupakan aktivitas yang diwujudkan dalam bentuk proses mengirimkan kembali kepada pembicara mengenai pikiran, makna dan isi perasaan pembicara. Fungsi dari menyimak di dalam komunikasi antar pribadi yakni:
1. Membuat pendengar mengecek pemahaman secara tepat.
2. Menyatakan penerimaan pesan pembicara.
3. Merangsang pembicaraan agar memperluas perasaan dan pemikiran.
4. Memberitahukan kepada pembicara mengenai reaksi pendengar.
5. Memberikan bimbingan kepada pembicara untuk menyesuaikan isi-isi pesannya.
Menyimak yang efektif ditandai dengan beberapa hal, yakni sebagai berikut:
1. Berhenti bicara.
2. Tempatkan pembiaraan dengan mudah.
3. Bereaksi secara baik.
4. Konsentrasi pada apa yang sedang dibicarakan.
5. Jangan terlalu tergesa-gesa memberukan tafsiran.
6. Berbagi tanggung jawab dalam komunikasi.
7. Ungkapan dengan cara yang benar.
8. Menyatakan pemahaman.
9. Mengajukan pertanyaan.
10. Bersikap secara baik, misalnya bersahabat, sopan, terbuka, sensitive, dan lain-lain.


Keefektifan
1. Keterbukaan, kesediaan membuka diri, mereaksi kepada orang lain, merasakan pikiran dan perasaan orang lain.
2. Empati, menghayati perasaan orang lain.
3. Mendukung, kesediaan secara spontan untuk menciptakan suasana yang mendukung.
4. Positif, menyatakan sikap positif terhadap diri sendiri, orang lain dan situasi.
5. Keseimbangan, mengakui bahwa kedua belah pihak mempunyai kepentingan yang sama, pertukaran informasi secara seimbang.
6. Percaya diri, merasa yakin kepada diri sendiri, bebas dari malu.
7. Kesegaran, segera melakukan kontak disertai rasa suka dna berminat.
8. Manajemen interaksi, mengendalikan interaksi untuk memberikan kepuasan kepada kedua belah pihak, mengelola pembicaraan dnegan pesan-pesan yang baik dna konsisten.
9. Pengungkapan, keterlibatan secara jujur dalam berbicara dan menyimak baik secara verbal maupun non verbal.
10. Orientai kepada orang lain, penuh perhatian, minat dan kepedulian kepada ornag lain.
B. Membuka diri

Yakni tindakan menunjukan diri sendiri sehingga memmbuat oleh orang lain jadi mengenal diri sendiri. Dapat disebut membuka diri jika memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Diri sendiri sebagai isi.
2. Disengaja.
3. Diarahkan kepada orang lain.
4. Jujur.
5. Membuka pikiran.
6. Berisi informasi yang tidak terdapat dalam sumber lain.
7. Berlangsung dalam suasana keakraban.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan adanya membuka diri di dalam komunikasi antar pribadi, yakni:
1. Katarsis, upaya untuk melepaskan informasi diri.
2. Klarifikasi diri, memberikan penjelasan mengenai keyakinan, pendapatan, pikiran, sikap, dan perasaan diri dengan menceritakan kepada orang lain.
3. Validasi diri, untuk memperoleh persetujuan orang lain.
4. Pertukaran, mengajak orang lain membuka diri juga.
5. Pembentukan impresi, membuat kesan tertentu tentang diri sendiri.
6. Pemeliharaan dan peningkatan hubungan, yakni membuat hubungan dengan orang lain menjadi lebih baik dan berkembang.
7. Control social, mengingkatkan pengendalian terhadap orang lain dan situasi di mana diri sendiri berhubungan dengan orang lain.
8. Manipulasi , melakukan pembukaan diri dengan diperhitungkan sebelumnya untuk mencapai hasil yang diinginkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar